About Us

Nasi lemak dari Indonesia adalah masakan yang berasal dari  Indonesia yang terdiri dari nasi harum yang dimasak dengan santan dan daun pandan. Ini umumnya ditemukan di Malaysia, di mana itu dianggap sebagai hidangan nasional.

Hal Ini juga merupakan hidangan asli di daerah tetangga dengan populasi Indonesia yang signifikan seperti Singapura, Brunei, dan Thailand Selatan. Di Indonesia dapat ditemukan di beberapa bagian Sumatera; khususnya wilayah Indonesia yaitu Riau, Kepulauan Riau dan Medan.

Nasi lemak juga dapat ditemukan di wilayah Bangsamoro di Mindanao, yang disiapkan oleh Moro Filipina, serta wilayah luar Australia di Pulau Christmas dan Kepulauan Cocos (Keeling). Ini dianggap sebagai hidangan penting untuk sarapan khas ala Indonesia.

Nasi lemak dari Indonesia

Jangan bingung dengan nasi dagang, yang dijual di negara bagian Terengganu dan Kelantan di pantai timur Malaysia (dan wilayah sejenis di Pattani, Yala dan Narathiwat di Thailand dan Natuna di Indonesia), meskipun kedua hidangan tersebut sering disajikan untuk sarapan. Namun, karena nasi lemak bisa disajikan dengan berbagai cara, maka sering disantap sepanjang hari.

Sejarah Nasi Lemak

Nasi lemak disebutkan dalam sebuah buku “The Circumstances of Indonesia Life”, yang ditulis oleh Sir Richard Olof Winstedt pada tahun 1909. Dengan akar budaya Indonesia dan masakan Indonesia, namanya di Indonesia secara harfiah berarti “nasi berlemak”, tetapi diambil dalam konteks ini berarti “kaya” atau “krim”.

Nama ini berasal dari proses memasak dimana nasi direndam dalam krim kelapa dan kemudian campurannya dikukus. Nasi biasanya dimasak dengan daun pandan yang memberikan rasa khas.

Secara tradisional, nasi lemak disajikan dengan saus pedas (sambal), dan biasanya dilengkapi dengan berbagai hiasan, termasuk irisan mentimun segar, ikan teri goreng kecil (ikan bilis), kacang panggang, dan telur rebus atau goreng.

Sebagai hidangan yang lebih substansial, nasi lemak juga dapat disajikan dengan hidangan protein tambahan seperti ayam goreng, sambal sotong, ikan goreng kecil, kerang, dan rendang daging. rempah-rempah). Pendamping lainnya adalah air rebusan kangkong (kangkong), dan acar salad acar pedas. Secara tradisional sebagian besar iringan ini pedas di alam.

Nasi lemak banyak disantap di Malaysia dan Singapura. Lebih umum dikonsumsi sebagai sarapan di kedua negara. Biasanya dijual di pusat jajanan dan warung pinggir jalan di Malaysia dan Singapura. Di Indonesia, nasi lemak adalah menu sarapan lokal favorit; khususnya di Sumatera Bagian Timur (Provinsi Kepulauan Riau, Riau dan Jambi).

Di Palembang juga merupakan makanan lokal favorit dengan nama “nasi gemuk”. Di Palembang Indonesia, “gemuk” memiliki arti yang sama dengan “lemak”. Hidangan unik ini sering disajikan dalam bungkus daun pisang, koran atau kertas cokelat. Atau di beberapa toko disajikan di atas piring.

Variasi Nasi Lemak

Di Malaysia dan Singapura, nasi lemak hadir dalam banyak variasi karena disiapkan oleh koki yang berbeda dari budaya yang berbeda. Nasi lemak asli di Malaysia bisa dibilang merupakan sarapan khas Malaysia Selatan dan Semenanjung Tengah, dan dianggap berasal dari Indonesia. Namun, karena popularitasnya, hidangan ini dianggap sebagai hidangan nasional.

Nasi yang dimasak dengan santan sebenarnya umum di Asia Tenggara. Ini adalah proses yang sama yang digunakan untuk membuat hidangan nasi serupa dari negara tetangganya Indonesia, yaitu nasi uduk dari Jakarta, nasi gurih dari Aceh dan nasi liwet Jawa.

Namun, ada perbedaan rasa karena daun pandan ulir yang diikat dikukus dengan nasi untuk memberi rasa dan aroma. Jarang rempah-rempah lain seperti jahe dan kadang-kadang rempah-rempah seperti serai dapat ditambahkan untuk aroma tambahan.

Variasi Medan Indonesia

Medan Melayu Deli versi nasi lemak biasanya disajikan dengan pilihan lauk baik rendang (sapi atau ayam) atau balado (telur atau udang dengan sambal). Satu set nasi lemak Medan lengkap ada taburan bawang merah goreng crispy, irisan telur dadar, kripik kentang balado, tempe orek, perkedel, sambal terasi, irisan mentimun , dan kerupuk emping yang agak pahit.

Beberapa jaringan restoran tradisional telah mendedikasikan bisnis mereka untuk menyajikan nasi lemak Medan. Di samping rendang dan balado, ada juga sajian sayur sayur masak lemak (sayuran termasuk kacang panjang, kol, dan cabai hijau panjang dengan santan) juga ditawarkan.

Hal Ini adalah makanan jalanan yang populer di Medan yang dijual di warung tenda terpal sederhana. Dan biasanya dijual bersama dengan Lontong Medan. Karena Medan terletak di dekat perbatasan Aceh, dan ada sejumlah orang Aceh yang tinggal di kota itu. Istilah nasi lemak dan nasi gurih sering digunakan secara bergantian di kota. Karena istilah tersebut merujuk pada hidangan nasi kelapa yang serupa.

Variasi Riau Indonesia

Tepat di seberang Selat Malaka, orang Melayu Indonesia di pantai timur Sumatra berbagi kekerabatan dekat dan warisan masakan Melayu yang sama dengan rekan Malaysia mereka. Alhasil, nasi lemak juga menjadi masakan asli Kepulauan Riau dan Provinsi Riau.

Di wilayah kepulauan seperti Provinsi Kepulauan Riau Indonesia, biasanya makanan laut digunakan untuk menemani nasi lemak, seperti ikan bilis (ikan teri), ikan tamban (Sardinella longiceps), ikan selar kuning (Selaroides leptolepis), sotong atau cumi-cumi (cumi). atau udang kecil. Nasi lemak tradisional Kepulauan Riau sangat mirip dengan versi Malaysia; itu datang sebagai sepiring nasi kelapa dibungkus daun pisang, dengan irisan mentimun, ikan teri kering kecil (ikan bilis), kacang panggang, telur rebus, dan saus pedas (sambal).

Namun versi Kepulauan Riau, hadir dengan tambahan ikan kecil lokal yang dikenal sebagai ikan tamban. Biasanya digoreng dengan sambal terasi dan sangat renyah, ikan utuh dapat dimakan. Udang dan cumi-cumi juga biasa digoreng dengan sambal terasi sebagai sambal udang atau sambal cumi. Di Indonesia, nasi lemak sering ditaburi bawang goreng.